|
Pernahkah kita berpikir, siapakah yang menciptakan kesempatan? Diri kita sendiri, atau orang lain?
Seringkali kita merasa bahwa Tuhan nggak adil karena tak pernah memberi kesempatan pada kita, seperti yang kita harapkan.
"KALAU aku punya uang lebih banyak, aku pasti membantu pekerjaan Tuhan" "KALAU aku bisa sembuh dari penyakit ini, aku mau menginjil" "KALAU aku punya mobil, aku mau melawat si A, si B, dsb" "KALAU aku punya rumah yg lebih besar, pasti aku sudah buka cabang KPA baru" KALAU, KALAU, dan KALAU..
Sadarkah kita, setan senang sekali dengan kata-kata "kalau"? Semakin banyak kata kalau yang kita keluarkan, semakin besar kesempatan setan untuk menghalangi kita mencapainya, sehingga mustahil kita melakukan pekerjaan Tuhan..
Manusia diberi kuasa untuk memilih, maukah kita memilih untuk melakukan yang terbaik untuk Tuhan, sesuai talenta yang kita miliki, dalam segala keadaan kehidupan kita?
Atau kita masih tetap memilih untuk menunggu tercapainya "kalau2" yang kita miliki?
Waktu terus berjalan, marilah kita bijaksana dalam menjalaninya, dan gunakanlah kuasa pilihan kita untuk menarik jiwa kepada Tuhan...
|