|
Ditulis oleh Admin
|
Belajar Untuk Mengenal Tuhan: Lebih Bernilai Dari Harta Dunia!
“Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun…” Keluaran 20:4-6
Bahkan pendeta atau pastur sering menanggalkan bagian yang penting dari Sepuluh Hukum itu – kata pembukaan yang memberikan pada kita Kabar Baik sebelum kita mendengar hukum yang pertama: “Akulah Tuhan Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari perbudakan”. Kata “Tuhan” itu adalah bagian dari nama Yesus yang artinya “Tuhan menyelamatkan.”
Tuhan ingin kita mendengarkan injil Kabar Baik sebelum kita mulai mendengarkan tentang Hukum!
Dia memberitahukan anda bahwa Dia adalah Allahmu, Juruselamatmu, bahkan sebelum anda mengenal Dia, bahkan saat anda tinggal dalam kegelapan asing dari Dia. Nama Yesus sendiri memproklamirkan, SAYA ADALAH Juruselamatmu! Saya telah membawa kamu keluar dari perbudakan “Mesir” yang adalah rasa bersalah, ketakutan, kekuatiran tentang masa depan, ya, dalam penjara dosa. Yang kita semua butuhkan adalah pengetahuan tentang Kabar Baik itu. Tanpa itu, kita tidak dapat menuruti hukum Tuhan yang suci, tetapi dengan pengetahuan itu, kita dapat lakukan.
Sekali kita telah melihat dan percaya kepada kebenaran tentang apa yang telah dilakukan Anak Allah dengan pengorbananNya di salib, kita tidak dapat menyembah “ilah” lain selain Tuhan - Penebus dan Pencipta – kita di Alkitab Dia telah membalikkan “kutukan” yang menimpa umat manusia melalui Adam, sekarang Dia memperlakukan kita seperti kita tidak pernah berdosa. Dia membawa kita keluar dari “Mesir” dari “tempat perbudakan”. Saatnya menyampaikan Terima Kasih kepadaNya!
|
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Admin
|
Perintah Hari Sabat Tuhan: Istirahat bagi Jiwa-Keduniawianmu yang Letih
“Ingat dan kuduskanlah hari Sabat” (Keluaran 20:8)
Tidak ada yang negatif dalam Sepuluh Hukum, walaupun seperti demikian halnya bagi orang yang belum mengetahui “kebenaran injil” (Galatia 2:5). Kita telah melihat bagaimana tiga hukum pertama membuka gerbang kebahagiaan,dan bukan sebaliknya. Demikian juga halnya dengan hukum yang keempat.
Bagaimana hukum keempat dapat menjadi satu kepastian perteduhan bagi jiwa-jiwa kita?
Ini adalah satu perintah yang diacuhkan oleh hampir semua orang di dunia. Mengapa? Apakah karena sulit untuk dituruti? Tidak; Tuhan menyanggupkan setiap orang untuk menerima berkat Sabat yang terkandung didalamnya. Ini adalah bagian dari kekayaan karunia Tuhan yang diberikan pada siapapun yang bersedia menerimanya. Mari kita baca apa yang dikatakan :
“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya” (Keluaran 20:8-11).
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Admin
|
Hukum yang Ketiga: Belajar untuk Murni Sepenuhnya
"Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, ..." Keluaran 20:7
Kita sedang menjelajahi satu penemuan yang luar biasa tentang Injil : satu pemikiran bahwa “Sepuluh Hukum” Tuhan yang terkenal dalam realitasnya adalah sepuluh kepastian keselamatan! Belajar untuk menjadi murni sepenuhnya adalah Kabar Baik.
Selama ratusan tahun orang-orang berpikir bahwa Sepuluh Hukum adalah sepuluh larangan, peringatan keras untuk tidak melakukan sesuatu yang secara alamiah ingin kita lakukan, sepuluh “jangan” tertera di batu yang keras dan menakutkan. Sementara banyak orang mendengarkan khotbah atau membaca hukum-hukum itu, mereka menilainya sebagai menawarkan hati. Tetapi sekarang dengan penemuan ini bahwa ada kepastian keselamatan di dalamnya, seluruh dunia dibangunkan untuk menyadari bahwa Tuhan memiliki Kabar Baik bagi kita di dalam Sepuluh Hukum.
Kita temukan di hukum pertama yang mengatakan ”Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” sebagai satu kepastian pembebasan dari pemenjaraan yang menyakitkan atas pencarian diri. Penyembahan pada diri adalah ilah palsu yang menutup pandangan kita dari Allah yang benar. Kesia-sian yang tiada akhir yang datang bersama ilusi itu telah berakhir! Selamat datang kepada kehidupan baru yang mulia yang bebas dari kekuatiran tentang ukuran yang tercapai atau tidak! Hukum yang pertama adalah kepastian pembebasan dari pemusatan diri yang menyakitkan, satu garansi bahwa Tuhan akan menyatakan DiriNya begitu jelas pada kita sehingga hati kita tidak bisa tergila-gila dengan kepalsuan lainnya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Admin
|
Perintah Yang Tidak Dapat Dituruti oleh Sebagian Orang
“Hormatilah ayahmu dan ibumu….” (Keluaran 20:12)
Banyak yang merasa sulit untuk menuruti hukum kelima yang luar biasa dari Sepuluh Hukum. Bagi mereka sama halnya dengan Tuhan meminta mereka untuk melompat ke bulan. Perintah itu mengatakan :
“Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” (Keluaran 20:12).
Kedengarannya mudah? Tidak halnya dengan orang-orang ini.
Bila Ibumu dan Ayahmu adalah orang yang baik, setia, pengasih, anda mungkin merasa mudah untuk “menghormati” mereka. Bersyukurlah karena hal ini.
Tetapi bagi yang lainnya, perintah ini adalah sebuah dinding batu. Ibunya seorang yang kejam, seorang pecandu alkohol mungkin, pecandu obat-obatan, seseorang yang malas, egois, tidak peduli, atau kejam, orang yang rasanya tidak mungkin kita “hormati”. Atau mungkin Ayah yang menjadi masalah : dia adalah seorang pecandu alkohol, kasar, kejam, egois, mencintai kesenangan pribadi, tidak mencintai anda, dan dia bahkan meninggalkan anda untuk pergi bersama wanita lain. Bagaimana anda dapat “menghormati” atau menghargainya? Saat berdoa Doa Bapa Kami, anda merasa sangat sulit mengucapkan, “Bapa kami yang ada di surga…”
|
|
Selengkapnya...
|
|